Translate

Jumat, 07 Desember 2012

PENGANTAR PSIKOLOGI INDUSTRI/ORGANISASI (PI/O)


A.   SEJARAH
Sejarah PIO tidak lepas dari sejarah perkembangan Psikologi Umum sebagai sebuah ilmu yang diawali oleh Wundt di Leipzig, Jerman, pada tahun 1875 dengan didirikannya laboratorium psikologi pertamanya.  Setelah itu baru penerepan psikologi umum ke dalam ranah industri dimulai dalam rentetan sejarah berikut:
  • Tahun 1901, Walter Dill Scott, seorang psikolog yang dilatih di Jerman dalam tradisi klasik melakukan riset psikologi dalam periklanan, dalam seleksi dan penempatan juru jual, dan dalam menguji serta mengelompokkan calon-calon perwira Angkatan Darat (Scott, 1911 a,b dalam Jewell & Siegel, 1998);
  • Sehingga pada tahun 1903, Scott menerbitkan bukunya The Theory of Advertising yang dipandang sebagai buku pertama yang membahas tentang psikologi dengan aspek pada dunia kerja (Schultz, 1982:8);
  • Tahun 1910, terbit buku yang ditulis oleh Hugo Muensterberg yang berjudul The Psychology of Industrial Efficiency (Psikologi Efisiensi Industri) karena PIO pada saat itu sangat memprihatinkan efisiensi dalam tempat kerja. Mereka yakin bahwa metode seleksi karyawan, metode pelatihan, serta strategi desain pekerjaan dan tata letak kerja yang lebih baik merupakan kunci untuk mencapai efisiensi.
  • Tahun 1911, Frederick Winslow Taylor, seorang insinyur dari Amerika pelopor Scientific Management, mencari cara-cara yang paling efisien untuk melakukan suatu pekerjaan, menciptakan berbagai macam alat mekanik yang disesuaikan dengan struktul faal manusia.
  • Psikologi Differensial (psikometri: berupaya mempelajari dan mengukur gejala-gejala psikis yang khas dari seseorang), Tahun 1914, meletusnya PD I membuat kebutuhan militer mendesak pengelompokan dan penugasan personel baru ke kerja perang yang sesuai sehingga menuntut pengujian individu pada skala baru à tes intelegensi (AAT & ABT), statystical analysis, ANOVA, t-test, dll.
  • PD II lebih menantang sumber daya psikologi industri pada tantangan yang sebelumnya tidak ada. Seleksi, penempatan dan pelatihan baik sipil maupun militer, lebih besar, lebih rumit, dan lebih mendesak.
  • Barulah pada tahun 1960-an mulailah penerapan psikologi di bidang penualan berkembang. Perilaku manusia sebagai konsumen diteliti.
B.   DEFINISI DAN WAWASAN PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI
  • Menurut Muensterberg (dalam Berry 1998) adalah ilmu yang memperlajari tingkah laku manusia dalam dunia kerja.
  • Munandar (2001) memberikan pengertian yang lebih rinci bahwa ilmu psikologi industri/organisasi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam peranannya sebagai tenaga kerja dan konsumen, baik secara perorangan maupun secara kelompok, dengan maksud agar temuannya dapat diterapkan dalam industri dan organisasi untuk kepentingan dan kemanfaatan manusianya dan organisasinya.

PIO berhubungan dengan industri dan organisasi, baik organisasi formal (profit oriented) yang meproduksi barang dan jasa seperti perbankan, industri, perdangangan, dsb maupun organisasi non formal (nonprofit oriented) seperti halnya LSM, NGO, lembaga pemerintah, dsb.
Organisasi adalah sebuah sistem[1] yang terbuka, yaitu menerima sesuatu dari dan melepas sesuatu kepada sistem yang lain. Dalam hal ini perilaku manusia dipelajari dalam kaitan:
a.    Fungsi batas sistem
1.   Pelamar/calon tenaga kerja (masukan untuk sistem)
2.   Tenaga kerja yang terlibat dalam proses pengadaan tenaga kerja (memiliki peran batas dari masukan ke sistem)
3.   Tenaga kerja yang terlibat dalam proses pengendalian mutu/QC, pemasaran, dan penjualan (memiliki peran batas dari keluaran dari sistem)
4.   Konsumen (menerima keluaran dari sistem)
b.    Proses produksi dalam sistem
1.    Tenaga kerja pelaksana, yang dikelola
2.     Tenaga kerja pengelola (manajer)

Berdasarkan uraian di atas, suatu organisasi industri sebagai satu sistem sebagaimana tersaji dalam model sederhana berikut:



Masukan
Olahan
Keluaran
Masukan ke sistem lain
Bahan mentah; informasi; peralatan, mesin, dana, manusia.
Mengolah bahan mentah dan informasi dengan mesin dan peralatan lainnya dengan dana yang ada oleh tenaga kerja pelaksana dan pengelola.
Produk: barang, jasa kondisi dari peralatan mesin, dana, manusia.
Produk: barang, jasa.
1.   Seleksi & Penempatan Tenaga Kerja.
2.     Pelatihan & Pengembangan.
3.     Kondisi kerja dan Psikologi Kerekayasaan.
4.     Kepemimpinan dalam perusahaan.
5.     Organisasi dan Kelompok kerja.
6.     Pengembangan dan budaya organisasi.
7.     Penimbangan karya.
8.     Motivasi kerja.
9.     Kepuasan Kerja.
10.  Stres dan Keselamatan Kerja.
11.  Perilaku Konsumen

Gambar 1. Model Organisasi Industri sebagai suatu sistem (Munandar, 2008).

PI/O dengan keilmuan lain
PI/O bersama-sama dengan semua bidang khusus lain dalam psikologi mempunyai tujuan untuk mencapai pemahaman yang lebih baik akan perilaku manusia. Fokus PI/O pada perilaku orang-orang dalam lingkungan organisasi menjadikan hal itu sebagai pembatas pembahasan dalam PI/O dibandingkan dengan cabang ilmu psikologi yang lain.
Selanjutnya, karena fokus tersebut PI/O juga memiliki tujuan yang sama dengan studi manajemen sbb:
Ø  PI/O dan Perilaku Organisasi (Organizational Behaviour/OB)
Perilaku organisasi adalah penerapan psikologi, sosiologi, antropologi, dan bidang-bidang yang terkait pada studi organisasi dan orang-orang yang berada di dalamnya.
Perilaku organisasi à menaruh tekanan yang relatif pada variabel-variabel organisasi (misal, interaksi antar anggota kelompok, pemimpin, struktur organisasi) terhadap lingkungan sosialnya.
Ø  PI/O dan Manajemen Personalia/MSDM
·         Memiliki objek studi yang sama yakni manusia sebagai tenaga kerja.
·         Perbedaan utama terletak pada kondisi di mana manusia sebagai tenaga kerja dipelajari. Dalam MSDM: bagaimana manusia sebagai tenaga kerja dapat dimanajemeni secara efektif sebagaimana tujuan utama manajemen adalah efisiensi[2] dan efektifitas[3].
·         Pada PIO lebih terpusat pada cara yang absah untuk memperoleh tenaga kerja yang memiliki ciri-ciri yang disyaratkan untuk pekerjaan tertentu.
·         Penguasaan di bidang PIO akan sangat membantu dalam tugas seorang manajer SDM. Sehingga seringkali dalam iklan mencari manajer SDM seringkali yang dibutuhkan adalah sarjana psikologi sebagai prasyaratnya.

Meskipun sulit untuk menarik garis tegas untuk membedakan kedua studi tersebut, namun PI/O tetap merupakan suatu disiplin akademis yang terpisah dan beridentitas, namun juga PI/O tidaklah terkungkung oleh tapal-tapal batas yang tegar, baik dalam riset maupun dalam kegiatan terapan.



Referensi:
Jewell & Siegall. 1990. Psikologi Industri/Organisasi Modern: Psikologi Terapan untuk Memecahkan Berbagai Masalah di Tempat Kerja, Perusahaan, Industri, dan Organisasi. E/2. Terjemahan oleh: A. Hadyana Pudjaatmaka, Meitasari. 1998. Jakarta: Arcan.
Nurmianto, Eko. 2003. Ergonomi, Konsep Dasar dan Aplikasinya. E/1. Surabaya: Prima Printing.
Munandar, AS. 2008. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: UI Press.


[1] Sistem merupakan suatu kesatuan yang terorganisir yang terdiri dari beberapa subsistem/komponen yang saling tergantung yang dipisahkan dari suprasistem sebagai lingkungannya oleh batas-batas yang dapat ditemukenali (Kast & Rosenzweig, 1974). Batas (boundary) yang dimaksud memiliki fungsi sebagai kontrol sistem/seleksi.
[2] Biaya yang diperlukan rendah, waktu yang diperlukan singkat.
[3] Sasaran paling tepat dengan mutu paling baik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar